Kelestarian lingkungan hidup amat penting bagi kelangsungan mahluk hidup di bumi ini. Namun pada kenyataannya, banyak masyarakat yang kurang mnyadari hal ini. Sehingga mereka sering menyepelekan lingkungan dan cenderung merusaknya. Dampak dari kerusakan lingkungan ini telah banyak kita rasakan seperti banjir, kekeringan, longsor, pencemaran dan sebagainya. Kerusakan lingkungan ini dominan disebabkan oleh sampah plastik yang selama ini belum tertangani dengan baik. Oleh karenanya sedini mungkin kita harus sadar untuk mau peduli terhadap bahaya sampah plastik dimuali dari cara yang paling sederhana yakni pemilahan sampah dirumah tangga. Demikian dikatakan Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum saat pelaksanaan Gerakan Membangun Desa Sistim Gotong Royong atau yang lebih dikenal dengan Gerbangdessigot di Desa Banua, Kecamatan Kintamani Bangli, Jumat (27/3).
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menekankan, sampah sebagai fenomena klasik selama ini belum tertangani dengan baik. Sampah merupakan konsekuwensi dari adanya aktivitas manusia. Sejalan dengan peningkatan penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Menurutnya banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah, seperti lingkungan menjadi kumuh, kotor dan sarana bagi penyebaran penyakit. Disamping itu sampah yang membusuk menimbulkan bau yang tidak sedap dan berbahaya bagi kesehatan serta sampah yang tercecer tidak pada tempatnya dapat menyumbat saluran drainase sehingga dapat menimbulkan bahaya banjir. Oleh karenanya, pihaknya mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Alam merupakan titipan dari anak cucu kita, sehingga wajib kita jaga dan lestarikan salah satunya dengan menjaganya dari bahaya sampah plastik”ucapnya.
Terkait dengan pelaksanaan Gerbangdessigot yang merupakan program rutinitas bulanan, Bupati Bangli Made Gianyar didampingi seluruh pimpinan SKPD dilingkungan Pemkab Bangli secara konsisten tetap melaksanakan pelayanan jemput bola sekaligus menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Bupati Bangli Made Gianyar juga menekankan, ciri dari pelaksanaan Gerbangdessigot adalah pengalokasian dana yang besar ke desa melalui Alokasi Dana Desa (ADD). Bahkan menurut Bupati asal Desa Bunutin Kintamani ini, ADD yang dikucurkan ke desa, rata-rata diatas 500 juta, bahkan ada desa yang mendapatkan diatas 1 milyar, tergantung jumlah penduduk dan luas wilayah. kebijakan pengalokasian ADD yang besar kedesa, cukup dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Betapa tidak, banyak kegiatan bisa dilakukan di desa, utama nya pembangunan fisik maupun non fisik yang didanai melalui ADD.
Kata Made Gianyar, desa merupakan ujung tombak pembangunan, jika Bangli mau maju, desa-desanya terlebih dahulu harus dimajukan. Gerbangdessigot merupakan model pembangunan yang mengedepankan partisipasi masyarakat, sesuai dengan visi pembangunan Bangli, yakni Membangun Bangli dari desa “Kita berharap, Gerbangdessigot secara bertahap mampu mengatasi berbagai permasalahan di Kabupaten Bangli”harapnya.