Humas Bangli,
Dalam upaya menindak lanjuti intruksi pemerintah pusat tentang program penguatan swasembada pangan, Senin (30/3) Kabupaten Bangli menggelar acara Apel Penandatanganan MoU antar Pemerintah Kabupaten Bangli dalam hal ini Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum dengan Dandim 1626 Bangli Agus Wahyudi Irianto. Acara yang di gelar di lapangan Kantor Bupati Bangli di hadiri oleh Pimpinan SKPD beserta Pegawai di lingkungan Setda Kabupaten Bangli.
Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum dalam sambutannya menyampaikan dan menyikapi perintah dari pusat ada dua jenis yaitu perintah tertulis dan perintah lisan. Perintah lisan lebih cepat dan efektif sehingga langsung bisa terealisasikan. Pemerintah Pusat yang bersinergi dengan Bapak Kasat ditingkat pusat telah berkomitmen bahwasanya Swasembada pangan harus lebih cepat kita wujudkan karena makan tidak boleh ditunda tunda, sehingga dituntut ketersediaan pangan juga harus dipenuhi secepat mungkin. Pemerintah telah menargetkan pemenuhan swasembada pangan adalah lima tahun tetapi Bapak kasat telah berkomitmen pemenuhan swasembada pangan tersebut menjadi lebih singkat yaitu dua tahun. Lebih lanjut Made Gianyar mengatakan setelah amanat itu datang di Kabupaten Bangli sudah langsung kita tindak lanjuti dengan beberapa kegiatanan yaitu penanaman bersama, Penelusuran irigasi yang rusak dan pendataan terkait dengan kendala pemenuhan swasembada pangan. Pengkajian pemecahan masalahnya juga sudah dilakukan, antara Bapak Kodim 1626 Bangli, dinas P3 dan Kepala kantor ketahanan Pangan terkait dengan upaya pemenuhan swasembada pangan di Kabupaten Bangli Imbuhnya.
Pendatanganan kesepakatan kerjasama telah dilakukan yang mana batas akhirnya sampai tanggal 31 Maret, Kita sudah lebih maju dan mempercepat satu hari sebagai upaya awal untuk mempercepat pemenuhan program swasembada pangan. "Dengan penandatanganan MoU tersebut kerja efektif telah kita lakukan yang sesuai dengan cita-cita, Urusan Pangan adalah urusan kita bukan urusan orang lain, ayo kita penuhi kebutuhan pangan sesuai dengan konsep pembangunan yaitu mandiri dibidang ekonomi, mandiri dibidang pangan sejalan dengan komitmen untuk mengurangi Import tambah Made Gianyar.
Kaitanya dengan pemanfaatan lahan tidur di kabupaten Bangli langkah awal yang dapat diupayakan adalah melakukan pendataan berapa lahan yang ada berikutnya mungkin bisa melakukan pendekatan kepada pemilik untuk bisa dikerjsamakan dengan pemerintah Kabupaten Bangli untuk dimanfaatkan dalam upaya pemenuhan swasembada pangan.
Hal senada juga disampaikan Komandan Kodim 1626 Bangli Agus Wahyudi Irianto yaitu pihaknya sudah komitmen untuk mewujudkan target dua tahun penguatan swasembada pangan, kerjasama sudah kita bangun dan sinergi ini adalah langkah awal untuk bersama-sama masyarakat dan pemerintah juga TNI untuk tetap manunggal mengentaskan swasembada pangan.