Batur Global Geopark (BGG) merupakan ikon pariwisata Kabupaten Bangli. Ibarat bangunan, BGG merupakan rumah besar dan mewah karena telah terkoneksi di 90 negara di dunia melalui Global Geopark Network (GGN). Namun selama ini rumah besar ini belum dapat kita isi dan kelola secara maksimal. Oleh karenanya, untuk mengoptimalkan Batur Global Geopark sebagai kawasan daya tarik wisata perlu keterlibatan banyak pihak untuk membangun dan mensosialisasikannya. Demikian dikatakan Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum, saat membuka Pelatihan Jurnalisme dan Design Grafis Untuk Memperkaya dan Optimalisasi Website BGG, Senin (30/2) di Aula SMKN 1 Bangli. Pelatihan dengan peserta SKPD terkait, pengelola desa wisata, pelaku pariwisata dan perwakilan Lokal Working Group (LWG) menghadirkan narasumber Agus Swastika dari Stimik Primakara dan Putu Putra Setiawan dari jurnalis SCTV.
Lebih lanjut Bupati Made Gianyar menekankan, dewasa ini peran media tidak bisa dikesampingkan sebagai agen perubahan. Karena dengan sentuhan media, sesuatu yang kurang dikenal bisa menjadi terkenal dan sesuatu yang sudah dikenal bisa jadi lebih terkenal. Oleh karenanya, pelatihan jurnalisme dan design grafis dengan narasumber yang sangat berkopeten ini dipandang sangat penting sehingga peserta dapat mengisi dan menulis informasi tentang Geopark Batur pada blog ataupun website yang dikelola masing-masing yang nantinya dapat memperkaya website Batur Global Geopark. “Website yang baik adalah website yang mampu memberikan informasi jelas, mudah diingat, efisien serta mempunyai design grafis yang menarik dilihat pengunjung. Kita berharap melalui pelatihan ini peserta dapat menyerap materi dengan baik, sehingga mereka dapat memainkan perannya dengan baik dalam mempromosikan Batur Global Geopark”harapnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati Made Gianyar juga menyinggung adanya keluhan oleh pelaku pariwisata terkait dengan kenaikan retribusi kawasan wisata Penelokan, Kintamani. Bupati Made Gianyar menjawab secara tegas bahwa kenaikan retribusi ini murni untuk menggugah masyarakat khususnya pelaku pariwisata dikawasan ini untuk bersama saling berbenah dan jangan saling melempar permasalahan. “Jangan pernah menyalahkan siapa-siapa jika kunjungan wisatawan berkurang, tetapi kita harus berbenah bersama untuk perbaikan citra pariwisata. Karena hanya kita yang tau diri kita sendiri bukan orang lain. Begitu juga pariwisata, kalau bukan kita siapa lagi yang bisa memperbaiki.”terangnya.
Sementara itu Kabid Promosi Disbudpar Kab Bangli Wayan Merta mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan pemanfaatan media sosial dan teknologi informasi tahap pertama yang sudah dilaksanakan pada bulan November tahun 2014 dengan peserta yang sama. Pelatihan ini akan berlangsung selama 2 hari dari tanggal 30 s.d. 31 Maret 2015. Sedangkan tujuan dari pelatihan ini, lanjut Wayan Merta adalah agar peserta memahami dan mengerti cara penulisan berita yang baik serta mampu melakukan editing foto sesuai dengan aturan dan teknik para professional.