Komitmen SMP N II Tembuku dalam implementasi dan pelaksanaan UKS Sekolah semakin tidak mendapat hambatan, dibuktikan dengan Prestasi yang dicapai kali ini telah mampu mewakili Provinsi Bali untuk Lomba UKS Tingkat nasional, yang dinilai pada Rabu (10/6) kemarin yang berlokasi tepatnya di Desa Penijoan Kecamatan Tembuku Bangli. Cara yang di pusatkan di halaman Sekolah SMPN II Tembuku di hadiri oleh Tim penilai UKS Pusat yang di Ketuai oleh Agus Suharianto, Perwakilan Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali AA Gede Muliawan,SAg.Msi, Perwakilan DPRD Provinsi Bali Wayan Budiutama, Kadis Kesehatan, Kadisdikpora Kabupaten Bangli Camat dan seluruh pelaku pendidikan di SMPN II Tembuku.
Kepala Sekolah I Made Degdeg dalam laporannya menyampaiaikan bahwa SMPN II Tembuku sejak berdiri pada tahun 1996 telah memeiliki UKS, upaya peningkatan kualitas kesehatan diyakini berkontribusi langsung terhadap kualitas hidup kita, upaya tersebut sangat perlu dilakukan secara terencana dan berkesinambungan, dengan melibatkan semua pihak baik pemerintah, warga masyarakat dan sekolah sebagai salah satu lingkungan pendidikan formal. Berkenaan dengan hal tersebut maka warga sekolah yang meliputi peserta didik, guru dan warga sekolah lainnya termasuk pihak pengelola kantin sehat sangat perlu melibatkan diri secar aktif untuk mendukung semua program sekolah kaitanya dengan pemahaman, pelaksanaan dan pengimplementasian pola hidup sehat pada warga sekolah dan masyarakat pada umumnya. Tujuan dari pelaksanaan UKS adalah memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi derajat kesehatan peserta didik. Kegiatan ini mengangkat tema “Melalui lomba sekolah sehat kita tingkatkan Budaya hidup sehat untuk mewujudkan warga sekolah yang berkualitas, serhat jasmani, Rohani, cerdas Terampil Kompetitif, berkarakter dan Mandiri” untuk dapat mencapai tujuan tersebut maka sekolah telah menyusun, melaksanakan program dan mengevaluasi program tersebut secara prinsip dan menterjemahkan secara detail dalam trias UKS yang meliputi Pendidikan Kesehatan, Pelayanan Kesehatan dan pembinaan Lingkungan Sekolah Sehat Dengan motto “ESDUKU ASLI” (SMP Negeri 2 Tembuku Asri, Sehat Lingkungannya).
Sementara Itu Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.M.Hum menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim penilai dari Pusat. Spirit kabupaten Bangli adalah kedatangan tamu merupakan sebuah berkah tamu adalah raja sehingga kedatangan tim dari pusat merupakan sebuah penghargaan yang sangat luarbisa bagi kami yang berada di daerah yang tidak seperti di perkotaan. Hal ini juga membuktikan pengaruh global dan perkembangan IT memang bukanlah menjadi penhalang untuk kita mampu menuju sebuah tujuan yaitu menwujud pola hidup bersih dan sehat di mulai dari lingkungan sekolah. Dari segi aspek Waktu SMPN 2 Tembuku tidaklah kalah dengan anak-anak di kota jakarta. “Kalau semua sekolah spiritnya sama dengan SMPN 2 Tembuku maka saya yakin sesuai dengan MdGis, Indonesia tidak perlu berada di urutan ke 107 di dunia” imbuhnya. Spirit SMPN 2 Tembuku dalam UKS bukanlah hannya untuk lomba semata tetapi telah terimplementasi semenjak SMPN 2 Tembuku didirikan, karena kesadaran akan pola hidup bersih dan sehat telah tertanam dan terbukti mampu meningkatkan kualitas dan drajat hidup yang lebih baik. “Kepada tim penilai agar dapat menikmati dan memiliki kabupaten Bangli dengan memberi penilaian secara obyektif, karena tanpa kabupaten Bangli Republik ini tidaklah lengkap” demikian harapan Bupati Bangli I Made Gianyar.
Gubernur Bali yang diwakili oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bali A A Gede Muliawan,SAg.Msi menyampaikan sekoalh sehat merupakan implementasi dari pelaksanaan program Usaha Kesehatan Sekolah/madrasah menjadi wahana penting dan strategis serta efektif dan efisien dalam penyebaran informasi kesehatan. Bagian terpenting sekolah adalah anak didik yang menjadi sasaran strategis untuk pelaksanaan program kesehatan dan mereka mudah dijangkau karena terorganisir dengan baik. “sifat keingintahuan yang tinggi dan cendrung mencoba-coba menyebabkan mereka mudah diomotivasi dan cepat menerima serta mengadopsi hal-hal baru termasuk pesan-pesan kesehatan, dengan kemampuan sebagai Agent Of Change (pengubah) dilingkungannya masing-masing” jelas A A Muliawan.
Terobosan harus terus dilakukan untuk dapat menggali dan memanfaatkan sumberdaya secara oftimal yang dikembangkan disekolah yang memiliki daya ungkit besar terhadap upaya kesehatan dan pelaksanaannya, selain mampu mengadopsi sendiri juga dapat disebar luaskan dimasyarakat lingkungan sekitar. “Lom
ba ini merupakan terobosan sarana pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program kesehatan yang dapat memberi motivasi bagi setiap sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas anak didik” tandasnya.
ba ini merupakan terobosan sarana pembinaan, pengembangan dan evaluasi pelaksanaan program kesehatan yang dapat memberi motivasi bagi setiap sekolah untuk meningkatkan derajat kesehatan serta kualitas anak didik” tandasnya.
Sedangkan ketua tim penilai Agus Suharianto menyampaikan bahwa kretia penilaian dari lomba UKS antara lain meliputi Lingkungan, Ketersedian dan luas kelas, bagaimana sirkulasi udara dan cahayanya. Ketersediaan Kamarmandi, Kantin sehat bagaimana menu yang disajikan dan ketersediaan Tempat sampah di masing-masing kantin dan lingkungan sekolah, Bagaiman pengelolaan sampahnya dan pengetahuan anak didik tentang pola hidup bersih dan sehat. Penilaian dalam lomba UKS tentu akan berbeda dengan sekolah yang ada di perkotaan sehingga lebih menitik beratkan semangat dan usaha-usaha yang dilakukan dan bagaimana komitmen untuk mewujudkan sekolah sehat mengingat ketersediaan pasilitas dan prasarana pendukung lainnya berbeda dengan sekolah diperkotaan” ujar Agus Suharianto. Selain komitmen sekolah, yang lebih penting lagi adalah bagaimana kesinambungan dari komitmen sekolah untuk terus mengimplementasikan Program UKS sekolah sehingga tujuan akhirnya adalah mampu meningkatkan derajat hidup anak didik dan lingkungan masyarakat sekitar sekolah” harapan ketua tim penilai di sela-sela penilaian Agus Suharianto.