Sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, ketua Pengelola Bina Keluarga Balita (BKB) Kabupaten Bangli Ny. Erik Gianyar didampingi Camat Tembuku Dewa Agung Purnama dan ketua pengelola BKB Kecamatan Tembuku Ny. Risma Purnama, Senin (15/6) mengunjungi dan menyerahkan bantuan kepada Dewa Darma Wangsa penderita down Syndrome (keterblakangan mental) asal Br, Tembuku Kawan, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku Bangli. Darma Wangsa yang saat ini berusia 2 tahun tinggal dengan sang ayah Dewa Agung Darmayoga (32) dan kakek serta nenek. Sedangkan sang ibu Putu Komarini lebih memilih terpisah saat Darma Wangsa berusia 3 bulan karena tidak bisa menerima kondisi Darma Wangsa yang seperti itu serta keadaan ekonomi keluarga yang morat-marit.
Menurut penuturan nenek penderita Dewa Ayu Manik (60), kecurigaan sang cucu mengalami down Syndrome ketika usia Darma Wangsa menginjak usia 3 bulan. Ketika itu antara berat badan dan usianya tidak seimbang, serta respon motorik terhadap rangsangan disekitarnya sangat lemah. Terlebih selama dalam kandungan, Darma Wangsa kurang mendapat asupan yang baik. Mengetahui hal tersebut dirinya bersama ayah penderita memeriksakannya di salah satu laboratorium yang berlokasi di Kabupaten Gianyar. Ternyata benar apa yang ditakutkan terjadi karena dari hasil pemeriksaan, Darma Wangsa kecil didiagnosa mengalami down Syndrome. Karena pengobatan di klinik cukup memakan biaya, berlatar blakang ekonomi yang serba kekurangan karena sang ayah Dewa Darmayoga hanya bekerja sebagai penjual kain keliling, akhirnya keluarga memutuskan pengobatan Darma Wangsa dilanjutkan di Rumah Sakit Pusat Sanglah Denpasar. Hingga menginjak usia 2 tahun pengobatan terus dilakukan secara rutin, meskipun terkadang sempat tersendat-sendat akibat tekendala tidak memiliki kendaraan motor. Namun dirinya bersyukur, dengan penanganan selama ini Darma Wangsa sudah mengalami kemajuan yang cukup signifikan. “Sebelumnya Dewa Darma tidak memiliki kepekaan yang baik, namun setelah mendapat penanganan yag baik , sekarang kepekaanya sudah mulai muncul meskipun belum terlalu maksimal”ujarnya.
Sementara itu Ketua Pengelola BKB Kabupaten Bangli Ny. Erik Gianyar mengatakan, down syndrome biasanya disebabkan oleh adanya kelainan kromosom, yang merupakan serat-serat khusus yang terdapat didalam setiap sel tubuh manusia manusia. Pada kromosom ini terdapat bahan-bagan genetik yang menentukan sifat-sifat seseorang. Oleh karenanya, orang yang mengalami down sindrom dapat memiliki masalah fisik, serta cacat intelektual. Melihat kejadian ini, pihaknya berjanji akan mengkoordinasikan dengan jajaran terkait agar Darma Wangsa mendapatkan bantuan dan penanganan yang lebih baik. Kita berharap keluarga bisa lebih bersabar dan tabah serta memberikan perhatian lebih kepada penderita. “Kita yakin dengan penanganan yang baik Dewa Darma Wangsa masih bisa disembuhkan. Tentunya dengan penanganan yang baik pula”terangnya.