Nyonya Erik Gianyar Bantu Keluarga Bayi Penderita Hidrosefalus
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Nyonya Erik Gianyar Bantu Keluarga Bayi Penderita Hidrosefalus

K
Admin Bangli
18 June 2015
441 Dilihat
Nyonya Erik Gianyar Bantu Keluarga Bayi Penderita Hidrosefalus
Berawal dari informasi yang di sampaikan tenaga Penyuluh Lapangan (PLKB) di Desa Songan yang mewilayahi Dusun Pradi menyampaikan bahwa disalah satu dusun terpencil ada salah satu warga menderita penyakit yang dikenal denga Hidrosefalus. Kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat dan rasa kemanusiaan menjadi motipasi utama Bagi Ketua TP.PKK Kabupaten Bangli yang didampingi oleh Ketua Darmawanita serta Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga berencana (BPPKB) Kabupaten Bangli, Camat Kintamani. Rabu (17/6) meluncur menuju Dusun Pradi Desa Songan untuk mengunjungi dan member bantuan kepada kelurga Gede Susila dengan Ni Komang Netri yang bayinya menderita penyakit hidrosifalus.
dr. Subawa yang membawahi Postu dusun setempat menyampaikan bahwa “Hidrosifalus yang diderita oleh bayi Gede Susila dari sejak baru lahir adalah sebuah kondisi dimana terjadi penumpukan cairan dalam rongga (ventrikel) yang letaknya didalam otak. Hal ini menyebabkan membesarnya ukuran kepala yang menyebabkan tekanan pada otak, yang secara bersamaan mengakibatkan gangguan dan kerusakan pada jaringan otak” jelas dr. Subawa. Biasanya penderita bisa mengalami kecacatan intelektual dan akan mengalami gangguan pada fisik karena asupan makanan yang di makan sangat minim kedalam tubuh selebihnya kekepala. Kondisi tersebut dapat dialami oleh semua orang dan semua usia, namun lebih sering dialami oleh bayi dan orang tua seprti yang di alami oleh bayi dari Pasangan Gede Susila dan Komang nerti. Sejauh ini perawatan sudah dilakukan bahka sudah pernah operasi di RSUD Sanglah namun belum menunjukan tanda-tanda membaik sehingga perawatan dilanjutkan dirumah melalui bidan Postu dusun Pradi desa Songan, karena keterbatasan biaya dan kondisi ekonomi keluarga yang serba kekerangan.
Sementara Komang Netri yang merupakan ibu bayi penderita Hidrosefalus mengaku bahwa dari semenjak hamil tidak pernah merasakan tanda tanda yang aneh (Normal) dan telah melakukan pemeriksaan yang cukup di postu setempat, namun gejala tersebut baru muncul setelah bayi yang diberi nama Putu Sadiarasa lahir tiga tahun silam. “Kami Sudah berusaha merawat dirumahsakit bahkan sudah pernah operasi, namun sekarang kami memilih melakukan perawatan dirumah karena keterbatasan biaya, sehingga saya menjaga bayi dan bapaknya bisa sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, karena tidak memiliki pekerjaan tetap” jelas Komang Nerti. Lanjut ketika ditanya bagaimana keseharian dari Putu Sadiarasa Komang nerti hanya bisa menyampaikan bahwa bayinya yang sudah berusia 3 tahun ini baru hanya bisa tertawa dan belum bisa mengucapkan sesuatu dan semakin hari ukuran kepalanya semakin membesar karena proses pembuangan cairan dari kepala ke usus pasca operasi sedikit lambat. “Saya hanya bisa pasrah, untuk membiayai perawatan di rumah sakit kami suda tidak mampu, karena alat yang digunakan untuk perawatan harganya tidak terjangkau dan tidak ditanggung oleh rumahsakit sehingga kami memilih untuk dirawat dirumah” terang Komang Nerti sambil menggendong bayinya.
Rasa iba di sampaikan Nyonya Erik Gianyar Selaku Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, dan selaku orang tua tentunya, saat mengunjungi bayi penderita Hidrosefalus Putu Sadiarasa. Dorongan dan Motipasi diberikan kepada pihak keluarga agar terus berupaya memberikan perawatan secara maksimal kepada sibayi mengingat kondisi keluarga juga sangat jauh dari namanya layak. “Kedatangan kita kesini selain untuk melihat langsung kondisi si bayi juga untuk memberi dorongan agar pihak keluarga terus berusah secara maksimal untuk pengobatan si Bayi, pada kesempatan yang baik ini Mari kita bersama-sama ikut berpartisipasi untuk ikut peduli kepada warga kita yang saat ini membutuhkan bantuan sehingga paling tidak dapat membantu sedikit untuk perawatan dari Putu Sadiarasa yang saat ini menderita Hidrosefalus” ajak Nyonya Erik gianyar yang merupakan Ketua TP PKK Kabupaten Bangli.
Bagikan Berita Ini: