Untuk mengetahui perkembangan dan memantapkan desa/kelurahan siaga aktif di Kabupaten Bangli, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. I Nengah Nadi,M.Kes, Selasa (28/7) membuka pertemuan koordinasi desa dan kelurahan siaga aktif. Acara yang dipusatkan di gedung BMB Kantor Bupati Bangli dihadiri oleh Kabid Kesmas Dinkes Prov bali Wayan Widia, kepala desa dan lurah se Kabupaten Bangli, tokoh masyarakat dan pimpinan SKPD terkait.
Kadiskes Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi pada kesempatan itu menyampaikan, desa siaga adalah suatu kondisi masyarakat tingkat desa yang memiliki kemampuan dalam menemukan permasalahan yang ada, kemudian merencanakan dan melakukan pemecahannya sesuai potensi yang dimilikinya, serta selalu siap siaga dalam menghadapi masalah kesehatan, bencana dan kegawat daruratan secara mandiri untuk mewujudkan desa sehat. Lanjut dia, selama ini prilaku masyarakat merupakan faktor utama yang menyebabkan masalah kesehatan. Oleh karenanya, pemberdayaan masyarakat agar berplikaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi preoritas utama dalam program promosi kesehatan.
Dengan adanya desa siaga ini diharapkan masyarakat mempunyai kemandirian dalam upaya mengatasi masalah kesehatan yang ada di wilayahnya serta secara aktif melakukan deteksi dini terhadap factor-faktor yang mempunyai resiko untuk timbulnya masalah kesehatan. Hingga pada akhirnya masyarakat di desa siaga aktif mempunyai kemampuan untuk mengidentifikasi faktor resiko yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, serta mempunyai kemampuan untuk mencegah dan menanggulangi faktor risiko tersebut.
Dikatakan juga, pengembangan desa siaga aktif merupakan langkah strategis untuk menangani masalah angka kematian ibu/ bayi, penyakit menular dan sebagainya dengan melibat aktifkan masyarakat melalui upaya-upaya pemberdayaan. Oleh karena itu pengembanagan desa siaga aktif memerlukan langkah-langkah edukatif yaitu upaya mendampingi dan memfasilitasi masyarakat untuk melaksanakan proses pembelajaran berupa identifikasi masalah kesehatan dan faktor risiko di wilayahnya dan bagaimana proses pemecahannya. Oleh karenanya pertemuan koordinasi desa dan kelurahan siaga aktif seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah penyamaan persepsi bagi kepada desa dan lurah serta sektor terkait dalam menyusun pokjanal, pengelolaan serta pengembangan desa siaga aktif diwilayahnya masing-masing. “Kita berharap desa siaga aktif dapat menjadi media deteksi dini bagi permasalahan kesehatan di Kabupaten Bangli”terangnya.