Ketua harian Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli Drs. Nyoman Sukra, Jumat (18/9) menyerahkan punia pakaian kepada pemangku dan pengurus Pinanditha Sanggraha Nusantara (PSN) Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan di aula Kantor Camat Bangli dihadiri oleh ketua PSN Bangli Jro Gede Kehen dan pengurus PSN Kabupaten Bangli.
Ketua PHDI Bangli Nyoman Sukra pada kesempatan itu menyampaikan, punia pakaian ini merupakan wujud hormat dan bhakti kepada para pemangku yang memiliki peran penting di dalam menuntun umat dalam memahami ajaran agama Hindu, serta sebagai perantara persembahan umat kepada sang pencipta dalam setiap kegiatan keagamaan. Menurutnya, total 400 punia pakaian akan diserahkan secara bertahap kepada pengurus PSN Kabupaten Bangli dan pemangku sesuai data PHDI.
Lebih lanjut Nyoman Sukra mengegaskan, selama ini PHDI Kabupaten Bangli secara proaktif memperhatikan sulinggih, pemangku dan serati banten karena ketiga komponen ini sangat menentukan keberhasilan upakaran ataupun upacara keagamaan selain dukungan dari prajuru adat. Untuk itu pihaknya mengingatkan umat sedharma untuk lebih memperhatikan ketiga komponen ini sebagai upaya dalam mengajegkan Bali. “Jika ingin Bali ajeg, sulinggih, pemangku dan serati banten harus dihormati dan diperhatikan.”pintanya.
Selain itu lanjut dia, untuk mengajegkan bali sulinggih dan pemangku sebagai panutan umat harus bisa menempatkan diri dan menjalankan sesanenya untuk bisa menjaga kewibawaan dan kesuciannya. “Selama ini masih ada laporan ada pemangku ataupun pinandita yang belum bisa menempatkan dirinya dengan tepat. Ada dari beliau yang masih melakukan kegiatan yang seharusnya tidak tepat dilakukan oleh seorang pemangku atau pinandita”terangnya.
Selain menyerahkan punia pakaian pemangku, PHDI Bangli juga sedang mendata jumlah pemangku untuk membahas usulan Badan Penyelenggara Jaminan Kesehatan (BPJS) Kesehatan Pemangku.