Pj Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra, Hadiri Apel Gladi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Batur
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Pj Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra, Hadiri Apel Gladi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Batur

K
Admin Bangli
23 September 2015
356 Dilihat
Pj Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra, Hadiri Apel Gladi Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Batur
Penjabat Bupati Bangli I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH, menghadiri Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Pengurangan Risiko Bencana Erupsi Gunung Berapi, Selasa (22/9). Acara yang dipusatkan di lapangan Desa Bayung Gede, Kecamatan Kintamani Bangli, juga dihadiri oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Forkompinda Kabupaten Bangli, Kepala Pelaksana BPBD Kab/Kota se Bali, unsur TNI/Polri, Basarnas, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kesehatan, Pramuka, PMI, relawan bencana dan siswa sekolah.
Penjabat Bupati Bangli Dewa Mahendra Putra pada kesempatan itu menyapaikan, pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung rangkaian gladi penanggulangan bencana karena kegiatan ini merupakan salah satu upaya penting untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh bahaya gunung batur yang sewaktu-waktu berpotensi mengalami erupsi. Menurutnya, dalam dua tahun terakhir banyak gunung berapi di Indonesia yang memperlihatkan peningkatan aktivitas vulkaniknya, bahkan beberapa diantarannya sudah mengalami erupsi yang menimbulkan korban jiwa yang cukup banyak. “Kita ingin meminimalisir dampak dari setiap bencana yang terjadi termasuk erupsi gunung berapi, tanah longsor maupun kebarakan hutan, oleh karenanya gladi penanggulangan bencana ini sangat penting dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak terduga”terangnya.
Lebih lanjut Mahendra Putra menyampaikan, Gunung Batur merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif hingga saat ini. Sejarah mencatat Gunung Batur pernah mengalami erupsi sebanyak 26 kali. Erupsi yang sangat dahsyat pernah terjadi hingga meninggalkan kaldera besar, sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM masih menetapkan Gunung Batur sebagai gunung api aktif yang tetap dimonitor secara berkelanjutan.
Sementara itu Kepala BPBD Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, besar kecilnya risiko bencana atau banyak sedikitnya korban jiwa yang ditimbulkan bukan hanya karena kekuatan letusan gunung berapi melainkan seberapa besar upaya pengurangan risiko bencana yang telah dilakukan sebelum gunung berapi itu mengalami erupsi.
Dikatakan juga, upaya pengurangan risiko bencana mengantisipasi erupsi Gunung Batur telah dilakukan melalui pemantauan aktivitas vulkaniknya secara berkelanjutan, menyusun peta kawasan rawan bencana serta menyusun rencana kontijensi erupsi gunung batur. Menurutnya, terdapat 15 desa dikawasan lereng Gunung Batur yang diperkirakan potensial terdampak primer, diantaranya Desa Buahan, Kedisan, Songan A, Songan B dan Desa Abang Batudinding. Sehingga komunitas penduduk di desa paling rawan itulah harus dibangun kesiapdiagaanya akar memiliki akses peringatan dini bencana dan memiliki kemampuan melakukan evakuasi mandiri dengan cepat. Gladi penanggulangan bencana yang meliputi gladi ruang, gladi posko dan gladi lapang serta menyusun peta kawasan rawan bencana serta rencana kontijensi merupakan upaya kita untuk mengurangi risiko bencana di Kabupaten Bangli. “Gladi penanggulangan bencana merupakan upaya kita bersama untuk menggugah kesadaran masyarakat untuk ikut terlibat dalam pengurangan risiko bencana”pungkasnya.
Bagikan Berita Ini: