Humas Bangli,
Dalam upaya mempromosikan produk Industri kecil, serta memotivasi para pengerajin lebih kreatif dalam rangka menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) msekaligus memanfaatkan dan memperkenalkan Pasar seni Geopark sebagai salah satu sentra kerajinan dan cendramata yang khas dari kawasan wisata Kintamani yang sudah menjadi Global Geopark Network (GGN) Selasa (27/10) melalui Disperindag Kabupaten Bangli menggelar acara Pembukaan Pameran dan Grand opening pasar Geopark Batur tepatnya di kawasan Panelokan Kintamani. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Wakil Ketua DPRD Bapak Carles, Asisten II, Kadis Perindag, Kadis Pariwisata, SKPD Terkait dan masyarakat setempat.
Kadis Perindag I Nengah Sudibia dalam sambutannya menyampaikan Kegiatan ini merupakan hasil rapat tim penataan Pasar seni Geopark dan berdasarkan arahan Pj. Bupati, dimana Kegiatan pameran dan Grand Opening dari Pasar seni Geopark merupakan uapaya untuk memperkenalkan dan mempromosikan Produk industri kecil di Kabupaten Bangli khususnya di Kintamani yang menjadi ciri khas dan bisa menjadi cendramata dengan kenangan tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Batur Global Geopark Network. “Pelaksnaan pameran UKM ini di ikuti oleh 34 pengerajin yang tergabung dalam Asosiasi perajin Industri Kecil kabupaten Bangli (APIK) ditambah para wirausahan muda /baru yang merupakan binaan Pemerintah Kabupoaten Bangli dengan Kementeriaan Pemuda dan Olah Raga tahun 2014” tambahnya.
Sementara Penjabat Bupati Bangli I Dewa Gede Mahendra Putra sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pameran UKM dan Gran Opening Pasar Geopark merupakan Momentum yang baik dalam upaya Menyosong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) serta merupakan salah satu upaya untuk melakukan penataan kaitanya dengan Validasi Global Geopark Network (GGN) yang di berikan Oleh UNESCO. “Kita sudah diberikan sesuatu yang luar bisa oleh alam oleh karena itu sudah menjadi kewajiban kita untuk memelihara dan menjaga keseimbangannya. Karena ala mini adalah warisan dari nenek moyang untuk kia lestarikan bagi anak cucu kita nanti” ungkapnya. Ditambahkan lagi kaitannya dengan nilai tambah dari sebuah destinasi dalam hal ini pengerajin atau industry kecil juga harus terus di kembangkan dan dikelola dengan baik sehingga karya yang dihasilkan mampu menjadi sebuah Icon dan cendramat yang memiliki nilai dan kenangan tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Kintamani Batur. Hai ini memang bukan pekerjaan mudah oleh karena itu semua lini harus terlibat baik Pemerintah Pusat Daerah, Pelaku Pariwisata, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri harus memiliki pemahaman yang sama yaitu bagaimana pengembangan Destinasi wisata Kintamani harus dijaga dengan baik. Lanjut dalam kesempatan itu Dewa Mahendra juga mengharap kegiatan ini bukan hanya seremonial saja akan tetapi kedepan harus disosong dengan seluruh steak holder yang ada dengan Konsep “dari kita, oleh kita dan untuk Kita” tegas PJ Bupati Dewa Gede Mahendra Putra.