Pemerintah Kabupaten Bangli, Rabu (28/10) memperingati hari Sumpah Pemuda ke 87 tahun 2015 dengan menggelar apel bendera di lapangan Kapten Mudita Bangli. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Penjabat Bupati Bangli, I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH dan pemimpin upacara Dewa Gede Merta Adiyasa dari Purna Paskibraka Kabupaten Bangli. Upacara diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, Polri, Satpol, Pegawai dilingkungan Pemkab Bangli, mahasiswa, siswa SMA/K, SLTP dan SD serta unsur Forkompinda Kabupaten Bangli.
Penjabat Bupati Bangli, I Dewa Gede Mahendra Putra saat membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga RI menyampaikan, pelaksanaan upacara Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengambil tema “Revolusi Mental untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “Satu untuk Bumi””. Tema ini diharapkan mampu melecut motivasi Pemuda Indonesia yang multi etnis, bahasa dan suku bangsa dengan tekad persatuan. Tema ini didasari atas keprihatinan yang mendalam terhadap dua hal. Pertama, hari ini kita disuguhi fenomena baru tentang berubahnya pola relasi kemasyarakatan kita akibat arus modernisasi dan kemajuan teknologi informasi. Pesatnya perkembangan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Satu sisi ia memberikan jaminan kecepatan informasi sehingga memungkinkan para pemuda kita untuk peningkatan kapasitas pengetahuan dan skill. Namun, pada sisi yang lain membawa dampak negatif. Informasi informasi yang bersifat destruktif mulai dari pornografi, narkoba, pergaulan bebas hingga radikalisme dan terorisme juga masuk dengan mudahnya tanpa dapat kita bendung dengan baik. Lahir generasi baru yang memiliki pola pikir serba cepat, serba instan, lintas batas, cenderung individualistik dan pragmatik. Betapa sering, akhir akhir ini kita disuguh kan kasus kasus kekerasan dan pembunuhan yang melibatkan anak anak muda kita. Setelah ditelusuri, kasus kasus tersebut bermula dari interaksi di sosial media. Sosial media, telah menjelma menjadi tempat favorit berkumpulnya anak anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama. Interaksi mereka di sosial media berjalan real time 24 jam. Tidak mudah bagi orang tua, guru, lembaga pendidikan termasuk negara untuk dapat mengontrolnya. Di sinilah gerakan Revolusi Mental yang digagas oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menemukan relevansinya. Hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi. Melalui gerakan Revolusi Mental, kita berharap para pemuda Indonesia memiliki kemandirian untuk mengambil keputusan keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka, tanpa harus tergantung dari kehadiran orang tua maupun negara di sampingnya. Sudah bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi. Saatnya kita memberikan pendampingan, fasilitasi dan motivasi kepada mereka untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.
Disampaikan juga, sumpah pemuda merupakan momentum historis sebagai bagian tak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa. Bagi para pemuda, sumpah pemuda merupakan manifestasi dari kepeloporan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan sejajar dengan bangsa lain di dunia. Sedangkan bagi kita semua, dengan segala kemajemkan yang dimiliki, sumpah pemuda merukan momentum sejarah yang berhasil menyatukan tekad dan semangat seluruh komponen bangsa untuk melakukan perlawanan terhadap kolonialisme dan imperialisme, yang pada akhirnya berhasil mewujudkan suatu negara Indonesia yang berdaulat adil dan makmur.
Usai pelaksanaan upacara, Penjabat Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra Putra mengaku bangga dengan semangat juang pemuda di Kabupaten Bangli. Bahkan dengan tegas Penjabat Bupati Bangli, Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan apresiasi atas berbagai perjuangan dan kiprah pemuda Bangli untuk mengharumkan nama Kabupaten Bangli disegala bidang, baik ditingkat lokal, nasional maumpun internasional.
"Kita sangat berterima kasih atas kiprah pemuda dalam partisipasinya untuk pembangunan daerah dengan kontribusinya di berbagai bidang. Teruslah berjuang dan memberikan yang terbaik, dan jangan pantang menyerah dan harus lebih gigih,"pesan Mahendra Putra.