Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca

K
Admin Bangli
10 November 2015
614 Dilihat
Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca
Untuk menggalakkan kembali budaya gemar membaca serta memasyarakatkan perpustakaan sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat, Kantor Perpustakaan, Dokumentasi dan Arsip Daerah Kabupaten Bangli bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional RI menyelenggarakan Safari Gerakan Nasional Gemar Membaca dengan tema ”Membangun Karakter Bangsa Melalui Membaca Dengan Memberdayakan Perpustakaan.” Acara yang dipusatkan di Gedung BMB Kantor Bupati Bangli dibuka oleh Penjabat Bupati Bangli I Dewa Gede Mahendra Putra, SH.,MH dengan narasumber Kepala Perpustakaan Nasional RI Dra. Hj Sularsih, M. Si dan Anggota Komisi X DPRRI Dr. Ir. Wayan Koster. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bangli I Komang Carles dan Sekda Bangli I.B. Giri Putra Kepala Perpustakaan Dokumentasi dan Arsip Daerah Kabupaten Bangli Dra. Dewa Ayu Widiasih
Penjabat Bupati Bangli Dewa Gede Mahendra Putra pada kesempatan itu menyampaikan,  buku disebut sebagai gudang ilmu dan jendela pengetahuan. Oleh karenanya perpustakaan hendaknya dikelola secara professional sehingga menjadi tempat yang nyaman dikunjungi oleh pemustaka. “Dengan kualitas perpustakaan yang baik dan strategi pengelolaan perpustakaan yang tepat jumlah pemustaka yang datang keperpustakaan diharapkan dari waktu ke waktu terus meningkat.”harapnya. Sambung Mahendra Putra, kegiatan  ini juga diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para pengelola perpustakaan sekolah, taman bacaan serta masyarakat dalam peran sertanya mengembangkan perpustakaan di tempatnya masing-masing. 
Dikatakan juga, gerakan membangun semangat masyarakat untuk membaca tentunya akan banyak mengalami kendala. Hal ini dikarenakan buku sebagai media utama sumber pengetahuan selama ini masih dianggap mahal dan sulit didapatkan, utamanya bagi masyarakat yang ada di pinggiran. Oleh karenanya Safari gerakan nasional gemar membaca merupakan salah satu upaya inovatif sebagai motivasi bagi pengelola perpustakaan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjadi dorongan semangat masyarakat dalam meningkatkan kegemaran membaca.
Untuk di Kabupaten Bangli, sambung Mahendra Putra, upaya menumbuhkan minat baca bagi siswa dijabarkan melalui pengembangan minat dan budaya baca dengan mengarahkan siswa membaca buku di perpustakaan masing-masing sekolahnya dan merangkumnya. Setiap rangkuman buku tersebut akan diberikan satu kopun door prize berhadiah yang akan diundi oleh Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Bangli. Semakin banyak membuat rangkuman semakin banyak pula mereka mendapat kupon door prize.
Sementara itu Kepala Perpustakaan RI . Hj Sularsih mengatakan, berdasarkan penilaian UNDP, Indek Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia tahun 2014 menempati peringkat 108 dari 187 negara didunia. Peringat ini berada jauh dibawah Negara tetangga seperti Singapura yang beada pada peringkat 9 dunia, Malaysia pada peringkat 62 dunia dan Thailand pada peringkat 89 dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih harus bekerja keras untuk mewujudkan masyarakat yang cerdas dan sejahtera.
Dikatakan juga, mewujudkan manusia yang cerdas tidak cukup dengan belajar sampai dengan mencapai jenjang pendidikan formal saja, tetapi setiap individu diharapkan memiliki kebiasaan membaca dan belajar sepanjang hayat (Reading habit) dan mendorong terwujudnya masyarakat pembelajar (Learning society). “Satu-satunya belajar yang paling mudah dan dapat dilakukan sepanjang hayat adalah dengan membaca yang dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja”ucapnya.
Pada kesempatan itu . Hj Sularsih juga menyoroti minat baca masyarakat Indonesia yang masih rendah. Karena merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2012, menyebutkan 91,68 % penduduk Indonesia yang berusia 10 tahun keatas lebih menyukai menonton televisi dan hanya 17,66 % yang menyukai membaca surat kabar, buku dan majalah. Sambung . Hj Sularsih, data tersebut jelas menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia belum bisa disebut masyarakat membaca. Terlebih menurut salah satu hasil survey lainnya menyebutkan, dalam setahun masyarakat Indonesia hanya membaca 0,01 sampai 1 judul buku. Hal ini berbanding terbalik dengan Negara lain seperti Jepang, dimana masyarakatnya bisa membaca 15 sampai 20 judul buku dan Amerika Serika yang membaca 25 sampai 30 judul buku dalam setahun. Untuk mengatasi maslah minat baca yang masih rendah, Hj Sularsih mengajak masyarakat untuk kembali mengadopsi kebiasaan orangtua yang mengajarkan anak melalui media dongen dan meyebar luaskan perpustakaan hingga ke pelosok. “Kita berharap dengan mengenalkan anak membaca sejak dini bisa meningkatkan minat membaca masyarakat”harapnya.
Bagikan Berita Ini: