A-Team Kompetisi Vaksinasi Diharapkan Tekan Kasus Rabies Di Bangli
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

A-Team Kompetisi Vaksinasi Diharapkan Tekan Kasus Rabies Di Bangli

K
Admin Bangli
15 December 2015
792 Dilihat
A-Team Kompetisi Vaksinasi  Diharapkan Tekan Kasus Rabies Di Bangli
Rabies atau penyakit anjing gila merupakan penyakit menular berbahaya yang penyebarannya melalui gigitan hewan. Masih adanya kasus rabies pada anjing disebabkan cakupan vaksin masal yang belum optimal. Oleh karenanya penanganan rabies harus dilakukan secara komperhensif. Demikian dikatakan Staf Ahli Bupati Bangli dr. Dewa Made Siangan saat membuka Kompetisi A-Team Vaksinasi Rabies di Gedung Sasana Budaya Giri Kusuma Bangli, Senin (14/12).
Lebih lanjut dr. Dewa Made Siangan menyampaikan, populasi anjing di Kabupaten Bangli tahun 2015 tercacat sebanyak 45.000 ekor. Sementara hasil vaksinasi yang sudah dilakukan sebanyak 30.554 ekor serta hasil eliminasi sebanyak 3.500 ekor. Dari hasil perhitungan, masih ada 10.946 ekor ajing di Bangli yang belum divaksinasi. Sehingga melalui kompetisi vaksinasi ini diharapkan peserta mampu memvaksinasi anjing sebanyak 11.000 ekor. “Saya harap peserta mampu mencapai target tersebut. Kalau target ini bisa dicapai, saya yakin kasus rabies di Kabupaten Bangli bisa ditekan bahkan di nolkan”terangnnya.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Kabupaten Bangli Ir. Wayan Sukartana pada kesempatan itu menyampaikan, dari 493 kasus rabies di Bali pada tahun 2015, 89 kasus terjadi di Bangli. Masih tingginya kasus rabies di Bangli diakibatkan belum maksimalnya cakupan vaksinasi rabies. Terlebih dengan keadaan demografi Bangli yang sulit, keberadaan anjing liar yang cukup banyak menjadi salah satu faktor mengapa sampai saat ini kasus rabies di Bangli belum bisa dinolkan.
Oleh karenannya lanjut Sukartana, untuk menekan kasus rabies diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dengan melakukan penyisiran vaksinasi melalui optimalisasi kompetisi A-Team Vaksinasi Rabies. Apalagi Kabupaten Bangli merupakan daerah sumber bibit anjing Kintamani yang perlu dijaga kualitas dan kesehatannya agar bebas dari rabies.
Dikatakan juga, kompetisi A-Team diikuti oleh 20 team atau 120 peserta. Dimana masing-masing tim terdiri dari 6 orang. Dimana 4 orang sebagai penangkap anjing, 1 orang pencatat dan 1 orang vaksinatur. Tujuannya tiada lain untuk menurunkan kasus positif rabies di Kabupaten Bangli. Kegiatan yang akan berlangsung dari tannga 15 sampai dengan 19 Desember 2015 akan menyasar 68 desa dan 4 kelurahan di Kabupaten Bangli.
Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ir. Putu Sumantra mengatakan, sejak munculnya satu kasus rabies di Provinsi Bali tahun 2008, hingga saat ini penyebarannya belum bisa dihentikan meskipun bisa dikendalikan. Jumlah orang yang meninggal dari awal rabies ini ditemukan sampai sekarang mencapai 165 orang. Khusus untuk tahun 2015 kasus orang meninggal akibat kasus rabies di Bali mencapai 15 orang. Dari jumlah itu 2 korban meninggal terjadi di Banggli. Data tahun 2015 juga menunjukkan, dari hasil uji laboratorium ditemukan 493 kasus rabies di Bali. “Dari satu kasus di tahun 2008 sekarang sudah berkembang menjadi 493 kasus. Bagaimana jika 493 kasus ini tidak ditangani dan dibiarkan begitu saja, dalam waktu beberapa bulan kedepan rabies akan menjadi kasus yang sangat luar biasa. Ini yang baru terdeteksi dari hasil laboratorium, karena masih banyak kasus yang belum terdeteksi.
Menurut Putu Sumantra, masyarakat Bali kebanyakan suka memelihara anjing, namun cenderung kurang memperhatikan kesehatannya. Kebanyakan anjing ini dibiarkan berkeliaran dan kurang mendapat perawatan. Apalagi saat proses vaksinasi atau eliminasi ajing rabies banyak masyarakat yang belum mendukung. Kalau ada anjing liar yang sulit divaksin demi keamanan akan jauh lebih baik jika ajing tersebut dieliminasi. “Kita berharap melalui kegiatan ini masyarakat akan tergugah untuk mendukung kegiatan vaksinasi anjing . Karena penyelesaian kasus rabies hanya bisa dilakukan jika semua anjing sudah divaksin. “Jika sudah divaksin anjing akan kebal terhadap virus rabies”pungkasnya.
 
Saat acara berlangsung juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara Dinas Peternakan dan Perikanan Darat Bangli dengan Fakultas Kedokteran Hewan UNUD serta Perkin Bali untuk melakukan penanganan bersama terhadap Desa Sukawana, Kintamani sebagai lokasi habitat ajing Kintamani Bali.
Bagikan Berita Ini: