Untuk menyemarakkan perayaan hari raya nyepi tahun caka 1938, siswa Taman Kanak Kanak (TK) Nengeri Bangli, Sabtu (5/3) menggelar karnaval ogoh ogoh. Nampah wajah riang ratusan anak anak yang sebagian besar masih berusia 5 tahun ini mengarak ogoh ogoh miniatur berwujud burung garuda dan raksasa dalam tokoh pawayangan, sambil menari dan memainkan alat musik drumband yang dikolaborasikan dengan muskit tradisional kulkul. Ada juga dari mereka yang bertugas membawa spanduk bertuliskan ucapan selamat menyambut hari raya nyepi. Karnaval ogoh ogoh miniatur yang berlangsung selama 1 jam ini mengambil rute start dari depan TK Negeri Bangli menuju utara mengelilingi lapangan Kapten Mudita Bangli dan kembali finish di depan TK Nengeri Bangli.
Kepala TK Negeri Bangli Nengah Sukerni mengatakan, karnaval ogoh ogoh miniatur ini merupakan bentuk kreatifitas anak-anak untuk melestarikan budaya Bali sejak dini. Menurutnya, TK Negeri Bangli yang sebelumnya bernama TK Widya Darma Bangli merupakan TK yang kurikulumnya bernafaskan hindu. Meskipun sejak bulan Oktober 2014 lalu statusnya sudah ditingkatkan menjadi TK Nengeri Bangli, namun cerminan hindu dalam TK Negeri Bangli ini tetap kita pertahankan.
Sambung Nengah Sukerni, untuk mengajegkan Bali tradisi dan budaya Bali harus bisa dipertahankan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengajarkan tradisi dan budaya ini kepada anak sejak dini. Sehingga mereka tahu dan bisa mencintai budaya yang harus terus dilestarikan. Di TK Negeri Bangli sendiri, sambung Sukerni, setiap hari sabtu kita menyelenggarakan pendidikan muatan lokal majejaitan dan mengajarkan anak membuat jajanan sarana upakara. Materi yang kita ajarkan dalam majejaitan ini bersifat umum seperti membuat canang, taledan, ceper, kuangen dan sebagainnya. Sedangkan jajanan sara upakara yang kita ajarkan seperti membuat jajan suci dasar yang berbentuk lingkaran, kotak dan segitiga. “Dalam muatan lokal ini yang kita utamakan mereka bisa mengenal tradisi dan bisa membuatnya, sehingga anak-anak semakin cinta dengan tradisi dan budayannya”pungkasnya.