Sebagai tindak lanjut dari pencanangan kampung KB oleh Presiden pada Bulan Januari lalu di Desa Cirebon sekaligus sebagai komitmen yang sangat tinggi dalam merevitalisasi program KKBPK, kususnya agar KB dapat bergema kembali serta dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat terutama diwilayah desa tertinggal dan padat penduduk, melalui BPPKB Kabupaten Bangli Kamis (28/4) digelar acara pencananagan Kampung KB Kabupten Bangli di BR. Dinas Batu Mayeh, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli. Acara yang dipusatkan di Balai Banjar BR. Dinas Batu Mayeh di hadiri oleh Bupati Bangli Beserta Ibu ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bangli, Sekrestaris Utama BKKBN Pusat Ibu Ir. Ambar Rahayu,M.N.S, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Camat Kintamani, SKPD Terkait, Perbekel dan masyrakat Br. Dinas Batu Mayeh, Desa Songan A Kecamatan Kintamani Bangli.
Perbekel Desa Songan A, I Ketut Artawan dalam laporanya menyampaikan ucapat terimakasih telah dipilihnya desa Kami sebagai Kampung KB untuk Kabupaten Bangli. Pencanangan Kampung KB di Banjar Dinas Batu Mayeh sangat kami apresiasi dan dukung sepenuhnya karena memang kondisi kami telah memenuhi kreteria baik dari letak geografi, partisipasi masyarakat dibidang keluarga berencana yang masih sangat rendah, infrastruktur dan lainya. Lanjut dilihat dari Demografi Desa jumlah Penduduk desa songan A, sebanyak 6.948 Jiwa yang terdiri dari 3.502 orang laki-laki dan 3.446 orang Perempuan. Khusus untuk Br. Dinas Batu Meyeh jumlah Penduduknya sebanyak 280 jiwa,terdiri laki-laki 144 orang, perempuan 136 orang. Jumlah KK:82, Pra Ks:7 KK, KS 1:42 KK. Jumlah PUS 58 orang dengan dengan pemakaian alat kontrasepsi MOW: 1 orang, Suntikan: 20 orang, PIL: 5 orang, Hamil: 3 orang, Ingin anak seger: 7 orang, belum terlayani sebanyak 22 orang. Ditambahkan juga dalam rangka pencanangan Kampung KB telah dilaksanakan pelayan oleh SKPD terkait seperti Pelayanan KB gratis, pelayan kesehatan, pelayanan KK, KTP, akta dan lainnya, pelebaran jalan, bedah rumah kepada I Nyoman Ardika dan Wayan Sritika. kegiata ini juga hasil dari integrasi dari Bank BPD Bali Cabang Bangli, BRI dan Bank pasar Kabupaten Bangli yang merupakan mitra dalam pelaksanaan ProgramPencanangan Kampung KB di Kabupaten Bangli.“Melalui kampung KB kami sangat mengharapkan kepada SKPD dapat turun langsung ke Br, dinas Batu Mayeh dengan Programnya masing-masing agar persoalan yang kami hadapi di sisini seperti Pra KS, Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, pola hidup sehat dengan jamban kleuarga segera dapat teratasi” Pinta perbekel Desa Songan A.
Sementara Bupati Bangli I Made Gianyar,SH.,M.Hum dalam Sambutanya menyampaikan menindak lanjuti program Pemerintah kaitanya pencanagan Kampung KB, di Bali Bapapk Gubernur juga telah mencanagkan Kampung KB yang berlokasi di Kawasan Singaraja, berikutnya secara simultan para Bupati dan Wali Kota juga harus mencanangkan Kampung KB. Untuk Kabupaten Bangli kita telah memilih Br. Dinas Batu Meyeh sebagai Kampung KB, Kenapa lokasi ini dipilih...? tentunya ada alasan secara Emosional dan Provesional, Alasan Provesional adalah sesuai dengan kondisi BR. Dinas Batu Meyeh yang bisa dikatakan sangat jauh dari jangkauan dan masih terisolir, sangat tidak salah kalau tempat ini kita pilih. “Kenapa demikian...? karena seorang pemimpin harus suka dengan tantangan, kaitanya dengan perubahan yang di sebut Revolusi mental ada tiga unsur yaitu Integritas, Etos kerja dan yang ketiga adalah Gotong royong” Terang Made Gianyar. Dalam pencanangan Kampung KB, bukan hanya KB saja karna ada juga didalamnya gotong royong dari SKPD seperti yang dilaporkan Perbekel diatas. Untuk saat ini kondisi riel masyarakat BR. Dinas Batu Meyeh rata rata kepemilikan anak masih sangat tinggi sebanyak yaitu diangka 3 lebih, melebihi angka rata rata nasional sebanyak 2,6 bahkan Provinsi Bali, sehimngga sangatlah tepat kalau tempat ini kita pilih sebagai pencangan kampung KB. “Kaitanya dengan komitmen yang dalam bahasa hukumnya disebut paksasumserpada (setiap janji harus ditepati) baik dimulai dari para tokoh, agama adat, karang taruna, PKK dan seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung gerakan pencanagan kampung KB yang kita laksanakan hari ini” harapnya. Lanjut kebijakan pemerintah yang merupakan gerakan enovasi yang kearah yang lebih baik, kita juga ada program POSDAYA (Pos Pemberdayaan Keluarga), yang terimplementasikan didalam motto pembangunan Kabupaten Bangli yang kita namai Gerbangdesigot, membangunan Kabupaten Bangli dari Desa, kemudian diteruskan oleh Perbekel dengan membangun Desa dari keluarga yang kita kenal dengan POS DAYA. Program tersebut dikembangkan juga menjadi TRI BINA yaitu BKB Bina Keluarga Balita, BKR Bina Keluarga Remaja dan BKL Bina keluarga Lansia. Program tersebut juga tidak berjalan sendiri saling keterkaitan ditambah dengan Taman Gita Santi dimana balita yang mengikuti PAUD harus dianter oleh Kakek atau Neneknya karena Orang tuannya yang masih Produktif bisa Bekerja mencari nafkah dan Lansia bisa berinteraksi untuk menikmati masa tua di dalam program TRI BINA. Begitu juga dengan remaja yang sudah melakukan Ikrar remaja yang salah satunya adalah mendewasakan usia perkawinan, tidak mengkonsumsi NAPSA dan sek pranikah. “kepada masyarakat apa yang kita lakukan di Kampung KB ini bisa berjalan dengan baik, sehinga mampu merubah paradigma banyak anak banyak rejeki, ke paradigma dua anak saja cukup laki perempuan sama saja, karna yang terpenting adalah bagaimana kia dapat memelihara anak yang kita miliki untuk bisa tumbuh kembang dengan baik dan menjadikan keluarga lebih sejahtera” harap Made Gianyar.
Sekretaris Utama BKKBN Pusat Ibu Ir. Ambar Rahayu,M.N.S menyampaikan pembentukan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari Pencanangan Kampung KB oleh Presiden pada buan Januari yang lalu di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat sebagai bentuk Komitmen yang sangat tinggi dalam merevitalisasi Program KKBPK, khususnya agar Program KB dapar bergema kembali dan lebih dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat, terutama yang berada di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan diwilayah nelayan diseluruh Tanah Air. Dalam dinamika panjang perjalanan Program Keluarga Berencana di Indonesia, sejarah pernah mencatat bahwa prestasi dan keberhasilan yang pernah kita raih dimasa lalu adalah berkat kesetiaan, ketekunan dan kerja kerasnsaudara-saudara, sehingga indonesia menjadi negara yang berhasil di Dunia, dalam aspek pengendalaian jumlah penduduk elalui program Keluarga Berencana. Sejarah pula yang mencatat di era reformasi sampai sekarang pelaksanaan KB mengalamai pasang surut seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat, baik politik dan perubahan lingkungan strategis di negara kita. “Pengarapan operasional Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) elalui penggarapan Kampung KB, merupakan terobosan yang diharapkan mampu mempercepat upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang dimulai dari tingkat lini lapangan paling bawah” tarangnya.
Pencanangan Kampung KB telah memenui aspek persyaratan pembentukan Kampung KB, baik dari aspek kesertaan keluarga dalam ber-KB penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang, (MKJP)dan potensi-potensi yang dimiliki dari berbagai sektor kususnyadalam pembangunan komitmen melalui semangat kebersamaan dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga. Pemilihan likasi di BR. Dinas Batu Meyeh diharapkan telah melalui proses koordinasi dan kemitaan dari berbgai sektor pembangunan, dalam rangka mensinergikan program program dari berbagai kementerian, serta sektor swasta dan potensi-potensi yang dimiliki wilayah setempat termasuk partisipasi masyarakat dlam menggerakkan roda pembanunan daerah setempat. Kami informasikan juga kaitanya dengan pembentukan Kampung KB, menteri dalam negeri telah mengirimkan surat edaran Nomor 440/70/SJ tanggal 11 Januari 2016 tentang pencanangan Kampung KB kepada Gubernur, Bupati dan Walikota seluruh Indonesia. Oleh karena itu Pencanangan Kampung KB yang kita laksanakan hari ini merupakan penjabaran dari secara nyata dari surat edaran tersebut. Target di tahun 2016 lokasi Kampung KB di Indonesia sebanyak 514 Kampung KB, dengan pengertian bahwa sejumlah Kabupaten/Kota diseluruh wilayah Indonesia telah memiliki minimal satu lokasi Kampung KB sebagai lokasi terpadu dalam penggarapan Program KKBPK yang terintegrasi dengan pelayanan berbagai sektor pembangunan, dimana samapai pertengahan April ini telah dicanangkan sebanyak 253 Kampung KB di Kabupaten/Kota seluruh wilayah Indonesia. “Pembangunan melalui Kampung KB merupakan program pemerintah yang tertuang dalam Nawa Cita, tertama agenda prioritas ke-tiga yaoti pembangunan Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat Desa-desa dalam kerang kesatuan Indonesia, Kerangka ke-Lima yaitu meningkatkan kualitas hidup manuasia Indonesia serat Agenda kedelapan melakukan revolusi karakter Bangsa” terangnya.
Pembanguanan dengan pendekatan siklus kehidupan diharapkan dapat memberi kontribusi yang positif dalam menyiapkan sumberdaya manusia Indonesia dimulai dari proses kehamilan samai lanjut usia. Kita menyadari Betul bahwa keluarga merupakan wahana utama dan pertama dalam mensosialisasikan berbagai aspek kehidupan serta pewarisan nilai-nlai positif nilai luhur sebagai modal dan aset pembangunandalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera. Oleh karena itu sangat beralasan apabila fungsi-fungsi keluarga (8fungsi keluarga) terus dicanangkan dalam berbagai kesempatan dan momentu. Oleh karena itu saya mengajak untuk menjalankan nilai-nilai revolusi mental dengan mengucSpkan ”salam Revolusi mental, Integritas-Siap, Etos Kerja-Siap, Gotong Royong-Siap dan siap menjadikan Indonesia yang berdaulat secara politik dan berdikari secara ekonomi berdasarkan Pancasila dengan salam “Indonesia Merdeka” pada kesempatan ini juga sayamengajak seluruh keluarga mengucapkan slam KB “Dua anak cukup, Bahagia Sejahtera.
Acara juga dilanjutkan dengan Tolkswo menampilkan keluarga dengan Program KB dua anak Cukup dan keluarga yang anpam KB dengan dua belas anak. Dilanjutkan dengan pemberian Bikisan berupa sembako keluarga Jro Buda Jro Carma dan I Ketut Sukra dari Bank BPD Bali Cabang Bangli, BRI dan Bank pasar Kabupaten Bangli yang merupakan mitra dalam pelaksanaan ProgramPencanangan Kampung KB di Kabupaten Bangli.