Bupati Bangli I Made Gianyar, SH.,M.Hum dan Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta didampingin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Bangli secara resmi mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) di Kabupaten Bangli, Senin (2/5). Kebulatan tekad dalam mendukung dan mensukseskan gerakan yang terkait dengan perubahan perilaku tersebut ditandai dengan pembakaran kotak yang bertuliskan 18 karakter yang menjadi penghambat gerakan revolusi mental. Acara yang dipusatkan di Lapangan Kapten Mudita Bangli juga dirangkaikan dengan apel peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Ke 18 karakter tesebut antara lain, Selalu berfikir negatif, suka menunda pekerjaan, tidak fokus, kurang percaya diri, selalu pesimis, malas, masa bodo, mudah menyerah, serakah, egois atau mementingkan diri sendiri, boros, tidak jujur, anti perubahan, menghindari tanggung jawab, tidak memiliki komitmen, meremehkan mutu, piodal, munafik.
Bupati Made Gianyar pada kesempatan itu menekankan, 18 karakter itulah yang sekarang ini mendominasi kehidupan sebagian besar masyarakat. Menurutnya, kondisi itu membuat perkembangan bangsa menjadi sangat lambat dan jauh ketinggalan dibandingkan bangsa lainnya. Dalam gerakan revolusi mental, ujar Made Gianyar, tiap individu khususnya pegawai harus memulainya dari diri sendiri dengan merevolusi mental pikiran, perkataan dan perbuatan.
Sambung dia, ada tiga nilai positif dari gerakan revolusi mental, yakni integritas, etos kerja dan gotong royong. Integritas menurut Made Gianyar mencakup nilai kejujuran, kebaikan dan saling menghormati termasuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan tidak berprilaku koruktif. Sedangkan etos kerja mengisyaratkan pegawai harus segera berbenah dan merubah diri. Kalau kerja, kerja dengan benar, kalau apel, apel dengan benar, jangan bangun kabupaten ini dengan asal asalan. “Saya tegaskan mulai hari ini saya secara bergilir dengan Wakil Bupati dan Sekda akan datang ke SKPD. Kalau ada pegawai tidak datang tepat waktu, tidak berkerja saat jam kerja maka aka ada sanksi pada pegawai yang bersangkutan. Sanksinya tidak berat, bisa saja Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) pegawai bersangkutan tidak dibayar selama setahun atau penurunan nominal TPPâ€Âserunya.
Sedangkan gotong royong sambung Made Gianyar, sesungguhnya jauh-jauh hari Kabupaten Bangli telah mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam gerakan revolusi mental. Menurut dia, di Kabupaten Bangli gotong royong tidak usah diragukan karena sejak tahun 2010 pembangunan di Kabupaten Bangli sudah menyasar pedesaan dan daerah pinggiran melalui program Gerakan Membangun Desa Dengan Sistim Gotong Royong (Gerbangdessigot), Gerbang Gita Santi, bedah rumah dan ADD. Melalui pencanangan hari gerakan revolusi mental di Kabupaten Bangli Bupati Made Gianyar mengajak pegawai dan masyarakat Bangli membudayakan kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja iklas dan kerja tuntas.
Terkait dengan pelaksanaan hari Pendidikan Nasional, Bupati Made Gianyar menyampaikan selamat kepada masyarakat Bangli khsusunya bagi insan pendidikan. Bupati Made Gianyar juga menghimbau agar masyarakat tidak anti terhadap perubahan. Menurutnya, sekarang dunia sudah berubah, kalau anti perubahan kita akan semakin tertinggal. “Mari kita tingkatkan sumber daya manusia kita untuk menjaga daya saing bangsaâ€Âpungkasnya.