Untuk memastikan Ujian Nasional tingkat SMP di Kabupaten Bangli berjalan dengan baik, Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, SE didampingi Kadisdikpora kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Senin (9/5) memantau pelaksanaan Ujian Nasional di SMPN 1 Bangli.
Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meyampaikan Seperti yang kita ketahui bahwa penentuan kelulusan siswa akan di tentukan oleh hasil ujian yang dilaksanakan dimasing-masing sekolah, Kelulusan siswa juga merupakan kewenangan mutlak dari sekolah yang bersangkutan. Karena hal itu untuk menentukan jurusan dan bidang-bidang yang akan di ambil pada saat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengamatan saya sejauh ini pelaksanaan Ujian berjalan dengan tertib, nyaman dan lancar. “Saya berharap hasil yang dicapai nanti dapat meningkatkan kwalitas dari SMPN 1 Bangli pada khususnya dan mencerminkan peningkatan kwalitas pendidikan di Kabupaten Bangli” terang Sedana Arta. Dari proses perjalanan SMPN 1 Bangli memang sudah merupakan sekolah kebanggaan dan Pavorit di Kabupaten Bangli, kedepan dengan kerjasama dan partisipasi seluruh steak holder yang ada di sini, SMPN 1 Bangli tetap akan menjadi salah satu sekolah kebanggaan dan pavorit di Kabupaten Bangli” harap Wakil Bupati Sang Nyoan Sedana Arta.
Sementara itu Kadisdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengatakan, Ujian Nasional tingkat SMP tahun ini diikuti oleh 29 SMP termasut SATAP, yang jumlah pesertanya mencapai3546 orang sampai dengan paket B. “Pelaksanaan ujian nasional yang kita tekankan adalah prestasi itu penting, lebih penting lagi adalah kejujuran” terangnya. Kepada rekan-rekan disekolah kita juga tekankan dan spanduk yang isi dan tujuanya mengupayakan pelaksanaan ujian yang berintegritas. Hal itu dimaksudkan agar dibaca oleh seluruh guru di Kabupaten Bangli untuk dapat mewujudkan pelaksanaan ujian yang berintegritas di Kabupaten Bangli. Lanjut mengenai persiapan sampai saat ini disampaikan tidak ada kendala yang berarti semua berjalan lancar baik distribusi soal (naskah), dimana pendistribusiannya menggunakan pola silang antar kecamatan, termasuk panitia yang semuanya telah kita persiapkan sejak bulan lalu untuk mengantisispasi hal-hal yang tidak kita inginkan. “Kedepan kita akan upayakan utnuk lebih ketat lagi dengan pola silang yang ditentukan dari kabupaten, hal ini kita buktikan untuk mewujudkan Ujian yang berintegritas kita tidak main-main” terangnya. Mengenai tingkat kehadiran peserta ujian secara keseluruhan lengkap hanya saja ada satu siswa yang harus melaksanakan ujian di rumah sakit dan soal diantarkan ke sana dan lainnya berjalan seperti harapan.