Lomba LSS Tingkat Nasional SMPN 3 Bangli Duta Bali Dinikai Tim Pusat
Beranda / Berita

Pusat Informasi & Berita

Ikuti perkembangan program kerja terbaru.

Pariwisata

Lomba LSS Tingkat Nasional SMPN 3 Bangli Duta Bali Dinikai Tim Pusat

K
Admin Bangli
25 May 2016
1,430 Dilihat
Lomba LSS Tingkat Nasional SMPN 3 Bangli Duta Bali Dinikai Tim Pusat
Sebagai duta Provinsi Bali  dalam Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat nasional kategori  SMP tahun 2016, SMPN 3 Bangli, Kecamatan Bangli, Senin (23/5) dinilai oleh tim pusat. Kedatangan tim penilai yang diketuai Agung Tri Wahyunto di Kabupaten Bangli, disambut oleh wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, Asisten II  Setda Provinsi Bali Ketut Wija, Muspika Kecamatan Bangli, Kadiskes Bangli dr.  Nengah Nadi, Kepala SMPN 3 Bangli Drs. Nengah Suardana dan keluarga besar SMPN 3 Bangli.
 
Ketua tim penilai Agung Tri mengatakan, LSS merupakan salah satu program yang terintegrasi dan berkesinambungan dengan melibatkan lintas sektor, sehingga perlu digalakkan untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Menurutnya, untuk dapat belajar dengan efektif, peserta didik memerlukan kesehatan dan lingkungan yang baik, sehingga perlu dukungan semua pihak untuk mewujudkan keterpaduan instansi terkait yang yang ada korelasinya dengan program UKS.
Disampaikan juga, sudah tiga tahun terakhir penentuan pemenang LSS menerapkan dua kategori,  yakni Best performance (kinerja terbaik untuk sekolah diperkotaan)  dan Best achèvement (pencapaian terbaik untuk sekolah di desa).  Penerapan dua kategori ini dalam LSS sambung dia,  adalah untuk mengakomodir sekolah sekolah yang berada di perkotaan dan dipedesaan.  Sekolah diperkotaan yang sudah sangat baik sarana dan prasarananya akan dinilai berdasarkan kinerja terbaik.  Sedangkan untuk sekolah yang berada dipedesaan yang jauh dari perkotaan akan dinilai berdasarkan kategori pencapaian terbaik.  Hal ini dikarenakan sekolah yang berada dipedesaan tidak memiliki sarana prasarana yang baik namun memiliki usaha dan keinginan yang tinggi untuk menerapkan sekolah sehat. 
 
Sambung dia,  tahun ini penilaian LSS tidak menyertakan lagi pemenang harapan 1,  2 dan 3. Hal ini tentunya akan memacu tim pelaksana dan tim pembina UKS untuk meningkatkan program pembinaan untuk melahirkan program UKS yang inovatif dan produktif.  "Kedepan UKS tidak boleh lagi dipandang sebagai kegiatan ekstrakurikuler,  tetapi bisa menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar" terangnya.
 
Tegas dia, juara dalam lomba ini bukanlah menjadi tujuan akhir, tetapi bagaimana kegiatan ini memberi dampak positif bagi meningkatnya derajat kesehatan peserta didik dan terwujudnya sekolah sehat yang mandiri. “Itu target kita melalui kegiatan ini”ucapnya.
 
Sementara itu Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta pada kesempatan itu menyampaikan,  pihaknya menyambut antusias penilaian LSS,  karena kegiatan ini diharapkan akan memacu sekolah lainnya di Kabupaten Bangli untuk meningkatkan kualitas terkait pelaksanaan program UKS. Terlebih Sambung Wabup Sedana Arta,  duta Bangli tampil mewakili Bali dalam Lomba LSS ke tingkat nasional. 
 
Disampaikan juga,  Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) telah memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran untuk meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Karena untuk dapat belajar dengan baik dan efektif, peserta didik memerlukan lingkungan dan kesehatan yang baik. Oleh karenannya, upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan yang ditujukan kepada peserta didik, merupakan salah satu mata rantai yang penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan penduduk. “Kita berharap melalui kegiatan ini, tim penilai tidak saja melakukan penilaian, tetapi juga lebih mengedepankan pembinaan dan evaluasi. Sehingga  program UKS bisa memainkan perannya, untuk menyehatkan dan mencerdaskan peserta didik di sekolah. Mudah mudahan duta Bali bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional "harapnya.
Bagikan Berita Ini: