Dalam upaya menjadikan Kabupaten Bangli sebagai Central pendidikan Agama Hindu, Selasa (18/10) Wakil Bupati Bangli menerima Audensi Dirjen Kementerian Agama untuk menindak lanjuti program Kementerian Agama menjadikan Kabupaten Bangli sebagai pusat Pendidikan Hindu teritegrasi. Pertemuan yang di gelar di ruang pertemuan Bupati Bangli di hadiri oleh Wakil Bupati Bangli, Dirjen Kementerian Agama dan dosen pengajar di IHDN Bangli.
Dirjen Kementerian Agama, Prof Dr. I Ketut Widnya,M.Litt.,DPhil menyampaikan kegiatan pertemuan dengan Bupati Bangli yang dalam hal ini diterima oleh Wakil Bupati Bangli adalah sebagaai tindak lanjut dari program Kementerian Agama yang tujuan utamanya adalah menjadikan Kabupaten Bangli sebagai Pusat Pendidikan Agaman Hindu Terintegrasi, dimana nantinya sesuai dengan nama terintegrasi yang artinya terintegral ataupun Pasraman dimana siswa atau muridnya tinggal di dalam lingkungan Kampus atau lembaga pendidikan itu sendiri. “Rencana pembangunan pendidikan terintegrasi ini dimulai dari pendidikan dasar yaitu dari Tingkat paud, TK, SD, SMP, pendidikan menengah lanjut sampai perguruan tinggi, hannya saja untuk Paud dan TK tentu belum bisa tinggal di dalam Asrama mengingat usianya masih belum sesuai” terangnya. Dikatakan juga hal ini bukan hanya kepentingan Kabupaten Bangli saja akan tetapi sudah menjadi program Kementerian yang mana diatur dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) No: 56 tahun 2014 menjadi landasan dalam pengembangan program pendidikan dari dasar sampai perguruan tinggi. “Sebagai sarana pendukungnya hal utama yang dibutuhkan adalah lahan untuk pembangunan gedung tersebut, oleh karena itu bagaimanapun sangatlah penting untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bangli dalam hal ini” terang Ketut Widnya. Lanjut dikatakan Sebagai guru dan pengajar I Ketut Widnya megaku sangat berharap program ini dapat terealisasi, karena sesuai dengan pola terintegrasi para siswa akan tinggal diasrama hal yang paling utama yang akan dibentuk adalah karakter buildingnya, disamping penguatan dalam bidang keilmuan sesuai keahliannya masing masing. Ditambahkan lagi program ini masih menunggu proses eksekusi dari pasraman dan untuk tahun 2017 baru dianngarkan utuk pembelian lahanya termasuk kebutuhan lain sebagai pendukungnya. Pemilihan Kabupaten Bangli sebagai pengembangan Pendidikan Agama Hundu adalah yang pertama IHDN sudah saat ini sudah ada di Kabupaten Bangli, berikutnya adalah Potensi dan kondisi geografis yang sangat mendukung karena Bangli memiliki alam yang sejuk, nyaman yang sangat cocok untuk menimba ilmu dibandingkan daerah lain yang sudah tidak memungkinkan, selain lebih luas lagi adalah pemerataan Pembangunan sehingga tidak terfukus di satu titik. “dengan terealisasinya program pembangunan Pusat Pendidikan Agam Hindu Terintegrasi ini sebagai langkah awal, diharapkan dapat diikuti oleh hal-hal lainnya ataupun investor yang nantinmya dapat meningkatkan Pembangunan secara menyeluruh di Kabupaten Bangli” terang Prof. I Ketut Widnya.
Sementara itu Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta,SE menyambut positif program dari Kementerian Agama, karena hal ini memang sudah sangat ditunggu-tunggu. Program ini akan berdampak sangat luas terhadap pembangunan di Kabupaten Bangli kedepannya. “Memang kabupaten bangli membutuhkan program-program yang bersifat pemerataan dalam pembangunan, dengan adanya ini menjadi gayung bersambut bagi kita dikabupaten Bangli” kata Sedana Arta. Persoalan lahan yang luas menjadi kendala akan tetapi sangat mungkin untuk di koordinasikan dengan semua pihak baik itu Provinsi yang notabene masih banyak lahanya di Kabupaten Bangli dan Masyarakat tentunya apalagi saat ini Lahan IHDN sudah menjadi Milik IHDN. “Pada prinsipnya Kabupaten Bangli sangat mendukung, walaupun belum bisa menjanjikan lahan dan anggaran, kaitanya dengan APBD yang masih rendah, tetapi hal-hal lain yang bersifat kebijakna dan koordinasi baik pengumpulan tokoh masyarakat Ayuk kita siap laksanakan” tegas Sedana Arta. Lanjut, kesepakatan dan kesatuan visi sudah didapat dan setelah pertemuan ini kita semua berproses sesuai kapasitas dan tugasnya masing-masing untuk dapat mewujudkan cita-cita mulia ini, yaitu menjadikan Bangli sebagai pusat pendidikan Agama Hindu terintegrasi yang harapan kedepan akan memberi dampak positif untuk terciptanya karakter building generasi yang berahlak mulia sesuai dengan bidangya masing masing.